my labwork

Sedikit belajar statistic penelitian in vivo (KOLMOGOROV SMIRNOV – ANOVA – TUKEY)

Alhamdulillah, pada program pkm kemarin, tim saya mendapatkan grant untuk melakukan penelitian in vivo, yaitu penelitian menggunakan hewan uji. Kami meneliti mengenai potensi ekstrak kulit jeruk purut (C. hystrix) sebagai agen kardio-hepatoprotektif pada tikus yang diberi obat kemoterapi doxorubicin. Tentu kalian sudah pernah mendengar bahwa obat kemoterapi menimbulkan berbagai efek samping, salah satunya adalah kerusakan jantung dan juga hepar, yang dapat menyebabkan kematian. Nah lho, orang ingin sembuh dari kanker, tapi efek sampingnya sebesar itu? Oleh karena itu, kami meneliti mengenai efek kulit jeruk purut sebagai pelindung hepar dan jantung dari pengaruh kemoterapi, walaupun penelitian ini masihlah penelitian pendahuluan J. Oke, cukup pengantar tentang penelitiannya hehe. Saya hingga saat ini lebih banyak belajar di in vitro dibandingkan dengan in vivo. Menurut saya, pengolahan data pada in vivo lebih rumit dan mempertimbangkan banyak faktor dibandingkan in vitro. Sedikit saya mengulas mengenai simulasi metode statistika yang tim kami gunakan untuk mengolah penelitian ini pada post saya kali ini.

Pada penelitian ini, kami mendapatkan data ALT dan AST, suatu enzim yang akan naik kadarnya dalam darah jika terjadi kerusakan hepar. Kami menggunakan 5 kelompok tikus, masing-masing 5 tikus sebagai data kami. Tapi, pada kenyataannya ada tikus yang mati juga. Berikut adalah pengelompokkan tikus :

1 : kontrol doxorubicin

2 : doxorubicin + EJP 500mg/kgBB

3 : doxorubicin + EJP 1000mg/kgBB

4 : control EJP

5 : control tanpa perlakuan

Berikut adalah data yang kami dapatkan

Kel         AST        ALT

1.0          180.1     56.3

1.0          183.4     70.0

1.0          183.7     60.0

1.0          179.8     56.1

1.0          181.2     53.1

2.0          179.8     45.3

2.0          181.9     46.5

2.0          175.3     47.9

2.0          176.4     48.0

2.0          177.1     47.3

3.0          145.5     43.4

3.0          146.7     43.0

3.0          147.5     42.3

3.0          141.5     44.5

4.0          100.5     20.3

4.0          100.2     21.6

4.0          99.6        17.5

4.0          98.7        18.4

5.0          102.3     15.6

5.0          103.4     16.0

5.0          104.3     15.9

5.0          101.2     15.75

5.0          100.4     15.7

*perhatikan pada kelompok 3 dan 4 hanya ada 4 tikus

Ini adalah jalur umum analisis statistic

Sumber : Modul statistika, Departemen LKPM BEM KMFA 2010

Langkah yang dilakukan :

  1. Buka SPSS (kami menggunakan versi 16.0)
  2. Masuk ke variabel view, masukkan data-data sesuai kolom (lihat contoh),
  3. tampilan variable view
 
   
  1. tampilan value
  2. Pada value perlakuan, masukkan data kelompok-kelompok perlakuan, masukkan nomor kelompok ke value dan deskripsi kelompok ke labelBuka data view, masukkan data penelitian

    tampilan data view
  3. Dalam statistic, dikenal  distribusi data normal dan tidak normal untuk menentukan jenis uji yang akan dilakukan, parametric atau non parametric (lihat bagan uji statistic sebelumnya). Untuk itu, digunakan uji kolmogorov smirnov

Cara :

Klik : analyze –> non parametric test –> 1-sample K S

Akan muncul kotak dialog seperti ini

                Masukkan parameter penelitian ke dalam kotak test variable list, klik options –> descriptive –> ok, klik ok pada kotak dialog ini, muncul output :


1. Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima; maka distribusi sampel normal,Perumusan kesimpulan dari tes KS dengan tarafkepercayan 95% :

2. Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak; maka distribusi sampel tidak normal.

Atau lihat pada hasil output, sudah ditampilan bahwa distribusi data normal 🙂

Karena sudah mengetahui bahwa distribusi data normal, maka kami melanjutkan uji menggunakan statistika parametrik untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada 5 kelompok perlakuan tersebut. Uji yang kami pilih adalah ANOVA ONE WAY karena terdapat lebih dari dua kelompok yang akan dibandingkan dengan menggunakan satu variabel (ALT/AST). Berikut adalah langkah-langkahnya

Pilih post hoc test HSD tuckey. Prosedur pengujiannya mirip dengan LSD, yaitu mempunyai satu pembanding dan digunakan sebagai alternatif pengganti LSD apabila kita ingin menguji seluruh pasangan rata-rata perlakuan tanpa rencana. Test ini yang paling powerfull untuk membedakan mean antar kelompok.

Hasil anova menunjukkan signifikansi 0.000 (< 0.05) yang berarti ada perbedaan signifikan di antara kelima kelompok.

 

Hasil tukey HSD ALT

Hasil ANOVA kadar AST

INTERPRETASI

Kadar ALT

Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok 1 dengan 5 –> pemberian doxorubicin tidak meningkatkan kadar ALT secara signifikan

Ada perbedaan signifikan antara kelompok 1 dengan 2, tidak dengan 3 –> pemberian EJP menurunkan kadar ALT signifikan disbanding dengan hanya diberi doxo, tapi efeknya tidak meningkat seiring pemberian dosis tinggi

Ada perbedaan signifikan antara kelompok 4 dan 5 –> pemberian EJP menurunkan kadar ALT dibanding control

Kadar AST

Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok 1 dengan 5 –> pemberian doxorubicin tidak meningkatkan kadar AST secara signifikan

Ada perbedaan signifikan antara kelompok 4 dan 5 –> pemberian EJP menurunkan kadar AST dibanding control

Perlu diingat, interpretasi hasil data ini sangatlah penting, oleh karena itu harus selalu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Karena, jika salah interpretasi, kesimpulan yang ditarik pun akan salah. Mohon maaf jika contohnya kurang lengkap, ini baru berdasar pengalaman kemaren aja hehe. Semoga bisa mencoba uji-uji yang lain lagi nanti, dengan contoh yang relevan juga 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s