course notes · immunology

Pengenalan Antigen

berikut adalah ‘rangkuman’ kuliah immunologi FSI dengan Bu Ediati Sasmito ūüėČ

 

Perbedaan imunogen, antigen, dan hapten?

Imunogen adalah substansi yang menginduksi respon imun spesifik, humoral, seluler, atau keduanya. Setelah diolah oleh Antigen Presenting Cell (APC), maka imunogen akan pecah menjadi antigen yang dapat bereaksi dengan produk respon imun spesifik. Sementara hapten berukuran lebih kecil dari antigen. Karena ukurannya yang kecil itulah, maka hapten tidak imunogenik. Akan tetapi, bila digabungkan dengan suatu molekul pembawa, maka gabungan tersebut dapat menginduksi respon imun.

 

Apakah epitop?

Epitop adalah bagian dari antigen yang dapat mengikat antibody. Suatu imunogen paling sedikit memiliki 2 epitop per molekul untuk menstimulasi terjadinya respon antibody. Hal ini dikarenakan antibody memiliki 2 ‚Äėtangan‚Äô untuk mengikat antigen.

 

Antigen eksogenus?

Imunogen (misalnya debu, bakteri) masuk dalam tubuh dan akan ditelan oleh dendritic cell (DC) kemudian dipotong-potong menggunakan enzim proteolitik. Pecahan imunogen ini akan menjadi antigen. DC tersebut kemudian bermigrasi melalui sinyal kemotektik ke pembuluh limfe yang kaya dengan sel T. Dalam pembuluh limfe, DC akan mengenalkan antigen pada sel T, melalui MHC yang tersekpresi pada permukaan sel T. Antigen eksogenus biasanya diekspresikan pada MHC kelas II yang akan mengaktifkan sel T CD4+ (Thelper/Th).

(Catatan : sebelum mengenali antigen, sel T harus berkolaborasi dulu dengan MHC, MHC kelas I dengan sel T CD8/sitotoksik dan MHC kelas II dengan sel T CD4/helper)

 

Antigen endogenus?

Biasa diproduksi oleh virus yang bereplikasi di dalam sel hospes. Berbeda dengan antigen eksogenus yang menggunakan DC untuk mengenalkannya pada sel T, antigen endogen tidak memerlukan DC. Sel hospes menggunakan enzim untuk mendigesti protein viral dan mengenalkan hasil digesti pada MHC kelas I (sel T CD8+/sitotoksik)

 

Faktor apa yang mempengaruhi imunogenisitas?

a.       Kontribusi imunogen

  1. Keterasingan : hanya molekul non-self/asing dari tubuh yang bersifat imunogenik.
  2. Ukuran            : Semakin besar molekul, semakin imunogenik
  3. Komposisi kimiawi : makin kompleks suatu substansi, makin imunogenik
  4. Sifat fisika    : Antigen partikel (antigen yang menempel di sel) lebih imunogenik daripada antigen larut (antigen yang masuk lewat sirkulasi darah)
  5. Degradasi : umumnya antigen yang mudah didegradasi lebih imunogenik. Karena jika mudah didegradasi, mudah dikenali oleh APC dan mudah dikenali oleh sel T.

b.      Kontribusi system biologis hospes

1. Faktor genetic : respon imun yang ditimbulkan tergantung pada spesies dan gen hospes

2. Umur            : semakin muda/tua, respon imun berkurang

c.       Cara Pemberian (dalam hal imunisasi)

  1. Dosis             : harus sesuai dosis, jika di bawah/atas maka tidak optimal
  2. Rute              : subkutan lebih baik daripada intravena atau oral

 

Adjuvant     : jika menggunakan adjuvant, maka akan meningkatkan respon imun yang terjadi

 

 

Terbuat dari apakah imunogen?

1. Protein

Penyusun imunogen terbanyak dan paling baik. Terdapat dalam bentuk protein murni, glikoprotein, atau lipoprotein.

2. Polisakarida

Dalam bentuk polisakarida murni atau lipopolisakarida. Imunogen yang baik

3. Asam nukleat

Merupakan imunogen yang tidak baik. Menjadi imunogen jika dalam bentuk untai tunggal atau kompleks dengan protein.

4. Lipid

Umumnya hapten dan non-immunogenik

 

Macam-Macam Antigen diliihat dari keterkaitannya dengan sel T

a. Antigen T-independen

Adalah antigen yang langsung dapat menstimulasi sel B untuk memproduksi antibody (tidak butuh sel T). Umumnya polisakarida termasuk jenis ini. Sifat-sifatnya :

1. Struktur polimerik

2. Mengaktivasi sel B poliklonal

 

3. Resisten terhadap degradasi

 

4. Bentuk epitop sama

 

b. Antigen T-dependent

Tidak dapat menstimulasi produksi antibody tanpa bantuan sel T. Dikarakterisasi dengan beberapa epitop yang berbeda.

Advertisements
pharmaceutical industry

Facts Based on Article : SOHO Group

  • didirikan tahun 1946 oleh¬†Mr. Tan Tjhoen Lim
  • perusahaan farmasi terbesar nomor 5 di Indonesia (2011)
  • anak bisnis :

    1. SOHO Group PHARMA

Prescription market : Branded Generics, Natural & TCM Product, Low Price Medicine, Medical Device, and Alliance Business

2. SOHO Group COSTUMER HEALTH

OTC Product, Consumer Health Product, Hezzel Farm Product and Unihealth MLM Product

3. SOHO Group DISTRIBUTION

Distribution arm of SOHO Group & Other Principal, Raw Material Trading Business, and Retail Business “Apotek Harmony”

  • produk

a. produk herbal : immunomodulator, antioxidant, anti diarrhea, anti laxantia

b. produk sintetis : antibiotic, cephalosporin, injection preparation, antiemetic, analgesic, musculoskeletal, vitamin, obgyn, gastro, neuro, and rheumatology products

  • ada 350 produk, yang terpopuler adalah OTC antidiare dan obat untuk mengatasi gangguan tidur
  • distribusi : mencapai 90% kota besar di Indonesia. Di luar negeri mencakup¬†Malaysia, Myanmar, Nigeria, Lebanon, Mongolia, Vietnam, Suriname, Brunie, Mauritius
  • jumlah tenaga kerja : 6.200 orang, pada 2015 diproyeksikan mempekerjakan 8000-10.000 orang
  • Revenue mencapai 27%, profit naik 35%, pertumbuhan ekonomi perusahaan 10-11% (pada tahun 2010)
  • marketshare di Indonesia : 3,7% (2010)
pharmaceutical industry

Facts Based on Article : Beyond pills and potions – Kalbe Farma

sumber : http://www.thejakartaglobe.com/coverstory/beyond-pills-and-potions/528357

  • dikenal sebagai perusahaan farmasi tersebesar di Indonesia
  • dimulai tahun 1966 di sebuah garasi, saat ini (2012) memiliki 17.000 pegawai
  • bulan Juni 2012 mengakuisisi PT Hale International, produsen makanan dan minuman sehat, sebesar USD 10 juta
  • pada akhir 2012, total revenue sebesar Rp 10.9 triliun
  • Total aset Rp 8,5 triliun
  • memiliki lebih dari 300 jenis produk
  • 5 step yang harus ‘dilewati’ oleh sebuah perusahaan farmasi menurut Dr. Boen : produk berbasis herbal, produk molekular (seperti aspirin), produksi antibiotik, produksi protein, riset stem cell (saat ini Kalbe memiliki¬†Stem Cell and Cancer Institute)
  • Pada awal tahun 2012 telah mengekspansi PT Hexpharm Jaya, spesialis pada produksi obat generik, untuk mempersiapkan kebutuhan implementasi UU SJSN pada tahun 2014
  • Pada tahun 2012, Kalbe Farma mengontrol 12% pasar pengobatan menggunakan resep di Indonesia, yang dimainkan oleh sekita 200 industri farmasi
  • five values of the company reflect five ideas:1. trust in each other

    2. awareness of a clear goal behind every activity

    3. continuous innovation to maintain the life of the company

    4. search for exellence

    5. build synergies with other operations

     

‚ÄúIn the pharmaceutical business, it is important to have good product quality if you want to be a leader, but strong campaigns through a variety of advertising are important, with word-of-mouth promotion the final factor”