review · tips

Dysmenorrhea, ‘Musuh’ Bulanan Wanita

Dysmenorrhea atau nyeri haid mungkin adalah penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh wanita. Tidak semua  wanita merasakan gangguan bulanan ini, saya termasuk wanita yang bersyukur ini hehe. Tapi ada juga yang sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa sebenarnya penyebab dysmenorrhea ini dan upaya apa saja yang bisa meringankannya? Sudahkah kamu lakukan? ini adalah sedikit review dari artikel yang ditulis oleh French (2005).

Apa itu dysmenorrhea?

Dysmenorrhea adalah rasa sakit pada bagian panggul ketika akan menstruasi hingga tiga hari setelah mens dimulai. Pelepasan prostaglandin (zat penyebab radang) dan vasopressin saat menstruasi menyebabkan kontraksi rahim dan menimbulkan rasa sakit. Prevalensi dysmenorrhae cukup tinggi, apalagi pada remaja dan wanita muda. 15% remaja mengalami dysmenorrhae dan menjadi penyebab absen sekolah utama di US. Bagaimana dengan di Indonesia ya? Kalo dulu jaman saya sekolah sih, dysmenorrhae menjadi alasan untuk dapat menghuni UKS sekolah, hehe 🙂

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dysmenorrhea?

Obat-Obatan :

  1. NSAID (Non steroid anti inflammation drug) : Terapi paling efektif dan cepat untuk mengurangi nyeri akibat dysmenorrhea adalah dengan menggunakan obat-obatan golongan NSAID. Obat ini akan menghambat sintesis prostaglandin dan mengurangi volume menstruasi. NSAID efektif digunakan sebelum periode menstruasi dimulai (sebaiknya dihitung tanggal periodenya sehingga bisa persiapan 🙂 ). Contoh NSAID yang sering digunakan adalah asam mefenamat, diklofenak, ibuprofen, dan naproxen.
  2. Pil Kontrasepsi Oral : Mekanismenya dengan mengurangi pelepasan prostaglandin ketika menstruasi. Untuk wanita yang sudah menikah, pil KB ternyata memiliki beberapa keuntungan lain, salah satunya adalah mengurangi dysmenorrhea ini , atau mengurangi resiki FAM seperti dalam artikel ini 🙂

Modifikasi Gaya Hidup

Diet rendah lemak dan olahrga dapat menurunkan durasi dan intensitas dysmenorrhea. Wanita, siap melakukannya? 🙂

SUPPLEMEN

  • Thiamin (vitamin B1) 100 mg/hari
  • vitamin E 2.500 UE/hari selama 5 hari, dimulai dari hari kedua sebelum menstruasi
  • omega 3 dalam 2 gram suplemen minyak ikan

berdasarkan penelitian-penelitian, suplemen-suplemen di atas efektif untuk mengurangi nyeri akibat dysmenorrhea 🙂

Selain itu, terapi fisik seperti akupuntur dan akupressur juga efektif dalam mengurangi nyeri dysmenorrhea.

Nah, hal apa saja yang menyebabkan resiko mengalami dysmenorrhea meningkat?

  • umur < 20 tahun
  • usaha menurunkan berat badan
  • depresi
  • hubungan sosial yang tidak baik
  • menstruasi ‘berat’
  • nulliparity (belum pernah melahirkan)
  • merokok

Fakta menarik dari list di atas! Hanya 3 dari faktor resiko yang merupakan ‘bawaan tubuh’ seorang wanita, yaitu umur, menstruasi berat, dan nulliparity. Sementara faktor lain berasal dari kondisi psikis atau kebiasaan yang sebenarnya bisa dihindari. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa rasa rendah diri berhubungan dengan terjadinya dysmenorrhae, akan tetapi status sosioekonomi tidak. Sekali lagi, kesehatan mental menjadi faktor penting dalam timbulnya dysmenorrhea. So, keep up your clear mind, girls! Smile

Nah, sejauh apa nih usaha yang udah temen-temen lakukan untuk mengurangi dysmenorrhea kalo lagi dapet? Semoga dengan udah tahu penanganannya, jadi bisa meringankan yaa.. dan yang paling penting tuh menurut saya, jaga kesehatan mental dan jangan parno kalo lagi dapet bakal selalu dysmenorrhea hehe ^^v

Referensi :

French L. Dysmenorrhea. Am Fam Physician. 2005 Jan 15;71(2):285-91.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.