Cegah penyalahgunaan obat dengan ‘safe medication disposal’

Di Amerika Serikat, drugstore merupakan tempat one stop shoping. Retail farmasi seperti Walgreen, CVS, Rite-Aid, dan Duane-Reade menyediakan tidak hanya obat-obatan, namun barang keperluan sehari-hari seperti makanan, kosmetik, alat rumah tangga, hingga jasa foto dan print foto. Kelengkapan tersebut menyebabkan retail farmasi lebih menyerupai sebuah convenience store. Saya sendiri sangat sering mampir drugstore tersebut untuk membeli keperluan harian. Kelengkapan dan lokasinya yang strategis dan tersebar luas menyebabkan drugstore menjadi pilihan orang-orang untuk mampir membeli barang. Namun selain drugstore ‘rasa’ convenience store, masih terdapat pula apotek-apotek konvensional.

 

Banyak hal unik yang saya temukan terkait dengan drugstore di sini. Salah satunya adalah keberadaan ‘safe medication disposal, yaitu kotak pembuangan obat-obatan yang sudah kadaluarsa atau tidak digunakan lagi. Masyarakat dapat membuang obat bebas maupun obat resep dalam bentuk padat ke dalam kotak ini. Namun, obat berbentuk cairan, inhaler, aerosol, jarum, dan obat ‘ilegal’ tidak boleh dibuang di kotak ini. Kotak pembuangan obat ini sudah terdapat di 500 gerai Walgreendi AS. Melalui program ini, Walgreen dapat mengumpulkan lebih dari 10 ton ‘sampah’ obat pada tahun 2016 (ref.) Selain Walgreen, retail farmasi lain juga menyediakan kotak pembuangan obat.

 

 

WhatsApp Image 2017-07-11 at 11.05.39 AM
Kotak pembuangan obat di Walgreen

 

Pembuangan obat menjadi salah satu problem yang harus dituntaskan di masyarakat. Jika tidak, rawan sekali terjadi penyalahgunaan obat. Pada tahun 2013, terdapat 23% remaja yang melakukan penyalahgunaan obat. Obat-obatan tersebut mereka temukan di kotak obat di rumah mereka. Alasan yang menyebabkan penyalahgunaan tersebut antara lain untuk merasa rileks atau hanya ingin coba-coba (ref.). Selain itu, obat kadaluarsa juga berbahaya jika tidak dibuang dengan semestinya.

 

Gerakan ‘safe medication disposal’ ini dapat dimplentasikan di gerai-gerai apotek di Indonesia. Selain penyuluhan dan konseling oleh tenaga kesehatan (terutama apoteker), keberadaan kotak pembuangan obat ini dapat meningkatkan perhatian dan kewaspadaan masyarakat untuk membuang obat dengan benar.

Advertisements