review

Senolytic drugs, (calon) obat awet muda

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan..

Tapi manusia modern, inginnya sih dua-duanya menjadi pilihan. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan untuk bisa “awet muda”, secara saintis maupun tidak. Salah satu hal yang dilakukan adalah mengembangkan obat untuk “awet muda”. Kabar baik, dalam dua tahun ini, semakin banyak publikasi ilmiah mengenai obat untuk memperlambat proses penuaan. Obat yang digunakan untuk memperlambat proses penuaan itu digolongkan sebagai senolytic drugs.

Kenapa kita menjadi “tua”? Secara normal, sel-sel tubuh kita membelah untuk meregenerasi fungsi-fungsi fisiologis. Namun, ada kondisi-kondisi yang menyebabkan sel berhenti membelah secara alamiah atau karena paparan ‘stres’. Secara alamiah, sel tua kita akan kehilangan enzim telomerase yang berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan saat pembelahan sel. Jika enzim telomerase habis, sel akan berhenti membelah. Selain itu, paparan stres seperti radikal bebas, sinar UV, dan obat-obatan juga dapat menyebabkan sel berhenti membelah. Kondisi sel yang berhenti membelah ini disebut senescence

Sel senescent tersebut bukanlah sel yang berfungsi fisiologis dan mengeluarkan berbagai zat kimia yang ‘beracun’ bagi tubuh. Oleh karena itu, . Dalam jangka pendek, sel senescent  baik untuk tubuh karena berfungsi untuk menghambat kanker dan kerusakan jaringan, namun sel senescent harus dibersihkan dari tubuh karena akan menyebabkan ‘penuaan’ jaringan. Secara normal atau sewaktu kita masih muda, sel senescent akan mengeluarkan zat-zat inflamasi yang menarik sel imun untuk membersihkan sel senescent tersebut dari tubuh. Namun, lama kelamaan sistem imun kita akan melemah seiring bertambahnya usia, dan tubuh tidak lagi dapat membersihkan sel senescent tersebut. Menumpuknya sel senescent tersebut menyebabkan penuaan jaringan, kerusakan jantung, dan penyakit penuaan lainnya.

Senolytic drugsadalah golongan obat baru yang berfungsi untuk mengeliminasi/membunuh sel senescent dari tubuh. Obat ini akan menginduksi apoptosis sel senescent, sehingga sel senescent dapat hilang dari jaringan walaupun sistem imun kita menurun. Senolytic drug yang dikembangkan harus selektif hanya menginduksi apoptosis pada sel senescent dan tidak pada sel normal. Peneliti menemukan beberapa obat yang telah ada dicoba efikasinya sebagai senolytic drug yang selektif, antara lain dasatinib (selama ini dikenal sebagai obat antikanker), quercetin (suplemen), dan beberapa obat lain yang tercantum pada referensi di bawah. Selamat datang “obat awet muda”. Ditunggu masuk ke fase clinical trial dan di dunia klinis untuk meningkatkan kualitas hidup kami.

Referensi:

https://www.scripps.edu/news/press/2015/20150309agingcell.html

http://www.nature.com/ncomms/2016/160406/ncomms11190/pdf/ncomms11190.pdf

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/acel.12445/epdf

Advertisements
review

Cegah kanker payudara dengan melakukan apa yang kita tahu sekarang

Beberapa waktu yang lalu nemu artikel menarik ini untuk para wanita di Nature, judulnya “Preventing breast cancer now by acting on what we already now”. Hampir semua wanita waswas dengan kemungkinan kanker payudara, mengingat insidensinya yang terus meningkat. Dan ternyata, insidensinya justru meningkat tajam di low- dan middle-income countries. Gaya hidup yang berkembang di negara-negara tersebut meningkatkan resiko kanker payudara. Di lain pihak, di negara-negara tersebut belum tersedia fasilitas kesehatan dengan teknologi yang setinggi negara-negara maju dan menyebabkan penanganan primer yang kurang memadai. Solusinya, ya dengan “prevensi”. Klise, mencegah lebih baik dari mengobati. Tapi di artikel ini diulas bahwa 50-70% kanker payudara dapat dicegah melalui upaya primary prevention.

Peningkatan hormon pemicu kanker payudara (estrogen dan progesteron), perubahan pola reproduksi, dan perubahan gaya hidup akibat peningkatan ekonomi, adalah tiga faktor utama yang meningkatkan resiko kanker payudara. Faktor yang paling memungkinkan untuk dimodifikasi adalah gaya hidup. Ternyata, aktivitas fisik yang rutin dilakukan dan menjaga berat badan memberikan pencegahan terbaik bagi kanker payudara! Untuk wanita yang memiliki resiko tinggi, disarankan penggunaan obat yang tertarget untuk kanker payudara. Berikut adalah strategi pencegahan kanker payudara yang diulas di artikel ini.

nature breast cancer

Well, sebenarnya strategi-strategi yang diungkap disini “generik”, pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin memang dianjurkan untuk menghindari penyakit apa pun. Tapi setidaknya dengan melihat efek yang didapat, harusnya meningkatkan komitmen para wanita-wanita untuk hidup lebih sehat! Termasuk saya :))))

Artikel asli dapat dibaca di sini

Referensi

Colditz, G.A. and Bohlke, K. Preventing breast cancer now by acting on what we already now. 2015. npj Breast Cancer.​doi:10.1038/npjbcancer.2015.9

cancer · Inspiring people

Story from Herceptin

Herceptin, as known as trastuzumab, is such a famous drug among cancer therapy field. Claimed as one pioneer of cancer targeted therapy, many researches are subjected to compete the succeed of Herceptin. Tonight I just found this video, about story of Herceptin, as described by Prof. Susan Desmond-Hellmann.

Just realize that I know nothing about cancer therapy, pardon me; though now I am a student studying about cancer therapy T_T . I’ve just known that the story of Herceptin has been started since 1991, as old as me! Yes, it is a long journey to found a great drug. And by watching this video, I’m kinda get some spirit to always fight for my study *I know it’s such a hyperbola*. I had background as pharmacist and now choose basic bio as my field of study. But as she said: “Great drug development requires that you have a deep understanding of basic science“. This video also bring another inspiration for me, that she told about her experiences in Uganda and got much inspiration there. Seems like a great experiment is not only come from the lab, but also about how we will implemented the result. Imagination about the implementation will direct and always inspire us.

Well, the conclusion for me now: basic science is important; also getting experiences outside the bench! (i.e. travelling :p )

Uncategorized

Apotek WIPA : Contoh Sukses Apotek “Patungan”

“Saya heran, kenapa sekarang apoteker-apoteker muda enggan mendirikan apotek?”

Pertanyaan Bu Endang, APA (Apoteker Penangung jawab Apotek) pembimbing PKPA kami, membuat sekitar 10 anak berpandangan. Pagi ini kami melakukan briefing perdana untuk memulai kegiatan PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) di Apotek WIPA. Pertanyaan tersebut, rata-rata memberikan jawaban yang sama dari kami.

Ingin Bu, tapi belum ada modal..”

Saya rencananya kerja di tempat lain dulu Bu, ngumpulin modal buat buka apotek..”

Hmm..saya dulu masuk farmasi bukan karena ingin buka apotek Bu, saya lebih tertarik ke BPOM atau penelitian..” *ini jawaban saya.haha*

Dan dimulailah cerita panjang Bu Endang bagaimana Apotek WIPA dapat berdiri hingga saat ini. Apotek WIPA ternyata berdiri bukan atas modal seseorang, tetapi modal “patungan” 9 orang apoteker pada tahun 1979. Untuk legalitasnya, 9 orang pemilik modal ini mendirikan CV WIPA, dimana Bu Endang yang saat itu merupakan apoteker termuda dan baru saja lulus kuliah, menjadi direksi dan APA apotek WIPA. Saat itu, untuk membuka apotek dibutuhkan modal 15 juta rupiah. Bentuk ‘patungan’-nya berupa saham prioritas dan non-prioritas. Semacam koperasi, saham prioritas adalah ‘urunan wajib’ sementara saham non-prioritas adalah ‘urunan sukarela’, yang kemudian juga akan berpengaruh kepada pembagian keuntungan apotek. Saham prioritas-nya sebesar 1 juta rupiah, yang saat itu setara dengan sebuah motor. Melalui perjuangan bersama dan keuletan, akhirnya apotek WIPA dapat bertahan hingga saat ini (>34 tahun). Hingga saat ini, ke-9 pemilik modal masih terus menginvestasikan dana di Apotek WIPA. Bahkan walaupun sudah ada yang meninggal, investasi tetap dilanjutkan oleh ahli warisnya. Manajemen yang dikelola terbuka dan bersifat kekeluargaan, dimana setiap tahun selalu ada rapat untuk membahas pengembangan apotek ke depannya serta pembagian keuntungan.

Continue reading “Apotek WIPA : Contoh Sukses Apotek “Patungan””

course notes

Mini Review : Interaksi Obat

Fase Absorbsi

BA/Aktivitas naik

Penyebab

Mekanisme

Ketokonazol, griseofulvin, kebanyakan antifungi Makanan Makanan meningkatkan kelarutan ketokonazol (lipofilik)
Karbamazepin, diazepam, dikumarol, meoprolol, prapranolol, nitrofurantoin Makanan Peningkatan level obat
Semua obat Metoklopramid, reserpin,antikolinesterase na bikarbonat Peningkatan kecepatan pengosongan lambung –> onset cepat, hati2 TOKSIK

  Continue reading “Mini Review : Interaksi Obat”

cancer · course notes

Ringkasan : Clinical Relevance of Drug–Drug and Herb–Drug Interactions Mediated by the ABC Transporter ABCB1 (MDR1, P-glycoprotein)

Fungsi Farmakologi dan Toksikologi

  • Pgp adalah protein membran plasma yang dapat menyebabkan multidrug resistance (MDR) melalui pengeluaran senyawa-senyawa xenobiotik dari dalam sel –> menyebabkan resistensi pada beberapa kanker
  • Pgp menghambat uptake seluler obat pada otak, plasenta, testis dan menghambat transport obat dari lumen intestinal ke sel epitel.
  • Pgp memediasi ekskresi obat keluar hepatosis menuju canaliculi empedu dan keluar ginjal menuju urin
  • Pemberian obat yang merupakan substrat dan senyawa inhibitor Pgp secara bersamaan –> memodifikasi farmakokinetik obat dengan meningkatkan bioavailability dan uptake seluler –> menyebabkan ADR dan toksisitas
  • Pemberian obat yang merupakan substrat dan senyawa inducer Pgp secara bersamaan –> penurunan level obat di plasma –> subterapeutik
  • Lokalisasi Pgp di plasenta berperan penting dalam melindungi janin dari paparan senyawa berbahaya –> inhibisi Pgp pada ibu hamil harus diperhatikan karena dapat menyebabkan toksisitas pada ibu hamil

Continue reading “Ringkasan : Clinical Relevance of Drug–Drug and Herb–Drug Interactions Mediated by the ABC Transporter ABCB1 (MDR1, P-glycoprotein)”